Tim Tanggap Insiden Siber "MOROWALI-CSIRT" Resmi Di Kukuhkan Oleh BSSN

30 Juli 2025 Admin

Dalam upaya memperkuat ketahanan dan penanganan insiden keamanan siber di sektor  pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Morowali membentuk Tim Tanggap Insiden Siber MOROWALI-CSIRT resmi di Kukuhkan – Dilounching Bersama 43 Pemerintah Kabupaten/Kota dan Lembaga Kementerian yang berlangsung di Aula BSSN Depok- Jawa Barat, Selasa (21-22/7/25).

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Kepala Daerah Morowali yang di wakili oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Morowali Badiuz Zaman ST,MM bersama Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi DKISP Ir. Mochammad Taufik Akbar.

Dalam momentum Pengukuhan-Lounching 43 Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah Daerah, Sektor Kementerian dihadiri langsung Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, MM., M.Han dan Deputi 3 Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo, S.Si, S.T., M.Si. Dalam arahan Kepala BSSN menekankan bahwa pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) merupakan bagian dari target nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo pada tahun 2025.

“Sebagai tanggung jawab BSSN di bidang KSS, kami berkomitmen mendukung terbentuknya TTIS di setiap instansi, baik pusat maupun daerah. Kami juga terus melakukan monitoring terhadap anomali trafik siber dan memberikan notifikasi untuk percepatan penanganan insiden,” jelasnya.

Ia menyebutkan dua langkah awal penting dalam penguatan keamanan siber, yaitu identifikasi aset, seperti lisensi perangkat lunak dan antivirus, serta notifikasi dari BSSN sebagai respon cepat terhadap insiden.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Morowali mengatakan bahwa aspek sumber daya manusia menjadi komponen penting dalam sistem pertahanan siber. "Sekuat apapun sistem kita, jika SDM-nya lemah, maka akan mudah diretas oleh orng yang tidak bertanggungjawab. Maka kolaborasi antar Tim CSIRT sektor Pemerintah sangat penting  terjalin dengan baik. Ini menjadi kekuatan utama kita dalam memperkuat CSIRT di seluruh daerah," jelasnya.

Sambung Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi DKISP menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan Tim Tanggap Insiden Siber  Morowali-CSIRT merupakan simbol kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. "Upaya ini harus dilakukan secara kolektif, kolaboratif, dan strategis demi menjaga kedaulatan data dan keamanan informasi," tegasnya.